Kurikulum
Kurikulum Program Studi Manajemen dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki jiwa wirausaha yang kuat, serta profesionalisme yang berwawasan nasional maupun global. Dalam proses perancangan kurikulum, Universitas Bakrie melibatkan para praktisi bisnis/CEO, di samping para pakar pendidikan bisnis/manajemen ber-reputasi nasional maupun internasional. Program Studi ini menerapkan kurikulum yang mengacu pada model pembelajaran yang menggabungkan technical-skill based dengan komponen soft-skill based learning dalam upaya penumbuhan nilai/jiwa entrepreuner pada mahasiswa. Sebagian besar komponen pembelajaran terkait soft-skills dan pembelajaran kewirausahaan di Program Studi Manajemen dikemas dalam Kegiatan Pengembangan Keterampilan Manajemen dan Bisnis Mahasiswa (PKMBM).
Materi yang tertuang dalam kurikulum disampaikan dalam bentuk kuliah tatap-muka kelas, diskusi, seminar, studi kasus, praktek lapangan, simulasi, company visit, ceramah, dan Interest Group-based learning dengan model pembelajaran dibantu melalui e-learning.
Sebagian besar materi yang diajarkan juga dilengkapi dengan caseletes berperspektif multidisiplin seperti sosial, politik, dan isu-isu ekonomi lingkungan. Caseletes yang disisipkan ke dalam berbagai matakuliah ini dimaksudkan untuk membekali mahasiswa untuk dapat memahami segala permasalahan dan alternatif pemecahannya secara terpadu.
Kurikulum dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu kurikulum berbasis kuat pada minat entrepreneur dan kurikulum berbasis professional-intrapreneur.
Kurikulum entrepreneur mewajibkan mahasiswa untuk mengambil seluruh mata kuliah terkait entrepreneurship skill development yang diberikan pada semester 3 s/d semester 8.
Kurikulum berbasis intrapreneur diberikan pada semua semester, dan lebih ditekankan lagi pada Semester 6-8 berupa kuliah elektif di mana mahasiswa diarahkan untuk mengambil mata kuliah sesuai dengan minat keakhliannya.
Proporsi lulusan Program Studi Manajemen Universitas Bakrie yang langsung terjun sebagai wirausahawan diharapkan cukup signifikan. Namun demikian, bila mereka memilih bekerja sebagai profesional diharapkan mampu mengembangkan karir yang luas dalam bidang manajemen dana, analisis saham, manajemen sekuritas, pemasaran, riset pasar dan pengembangan produk, industri jasa, manufaktur maupun perdagangan, pengembangan sumber daya manusia.