DONOR DARAH
Tahun ini HUT Bakrie ke-68 mengusung tema “ Merajut Kebersamaan Untuk Masa Depan Yang Lebih Baik”. Seperti tahun sebelumnya, perayaan HUT Bakrie ke-68 yang dilaksanaakan pada tanggal 10-20 februari 2010 ini terdiri dari pokok acara yang wajib dilaksanakan oleh seluruh Unit Keluarga Bakrie. Diantaranya adalah Ziarah ke makam Achmad Bakrie, Malam Syukuran dan Donor Darah. Selain juga beberapa acara tambahan yang dilakukan di lingkungan unit masing-masing.
Universitas Bakrie (UB), sebagai institusi pendidikan yang didirikan oleh Keluarga Bakrie, melakukan kegiatan tambahan antara lain; Donor Darah, Membuat Lubang Resapan BIOPORI dan Be- Fest ( Be Enterpreneur Festival)
DONOR DARAH

Donor Darah merupakan program kegiatan yang wajib dilaksanakan oleh seluruh Unit Keluarga Bakrie (KUB) dan Universitas Bakrie.
Kegiatan tersebut berlangsung pada tanggal 19 Februari 2010, berlokasi di Ruang 4 dan 5, perserta donor lebih banyak dibandingkan donor darah tahun lalu. “Donor darah pada HUT Bakrie ke 68 ini lebih meningkat jumlah pendonornya itu dikarenakan adanya tambahan keluarga baru, yakni mahasiswa angkatan 2008 dan 2009” ujar Setiaji selaku penanggung jawab kegiatan Donor Darah UB.
Dari 180 mahasiswa dan staff UB yang ingin mendonorkan darah, hanya 74 pendonor yang diperbolehkan mendonorkan darahnya.
BIOPORI
Sebagai kamus go green yang memfokuskan konsepnya pada penghijauan lingkungan, Universitas Bakrie melakukan kegiatan membuat Lubang Resapan Bipori (LRB) sebagai lubang resapan air dan pembuangan sampah organik.
Ide awal pembuatan LRB ini sebenarnya adalah ingin mengajak masyarakat UB untuk melakukan hal kecil yang berdampak besar untuk lingkungan. Dengan membuat LRB manfaat besar akan dirasakan nantinya.
Proses pengerjaanya cukup mudah, hanya dengan menggali lubang tanah dan menanam pipa kedalamnya, selanjutnya kita nikmati manfaatnya beberapa bulan kedepan.
Dari pengerjaan LRB itu terdapat 2 fungsi utama. Pertama sebagai lubang resapan air. Cara kerjanya yaitu disaat selama musim hujan lubang tersebut akan menampung air dan jika telah tiba musim kemarau, air yang sudah tertampung di lubang tersebut dapat dimanfaatkan untuk proses kehidupan. Kedua sebagi tempat pembuangan sampah organik. Sampah organic yang ditampung di lubang tersebut lama-kelamaan akan mengalami proses pembusukan dan menghasilkan tanah kompos dan tanah tersebut bisa digunkan sebagai pupuk.
Pembuatan LRB yang dilaksanakan mulai tanggal 12-13 februari 2010 lalu telah menghasilkan 400 lubang resapan yang berlokasi disekitar Rasuna Episentrum, Wisma Bakrie dan Taman Bakrie.
Puncak acaranya pada tanggal 20 februari 2010 dimana ada simbolisiasi pembuatan lubang biopori yang dihadiri oleh PJS Rektor UB; Anon Kusumawardono, S.E.,M.B.A. , Camat Setiabudi; Jafari dan CEO Bakrie Swasakti Utama; Wawan D. Guratno.
Tahun ini kegiatan tersebut diikuti sekitar 80 Mahasiswa UB. Rencananya kegiatan LRB ini akan dilakukan secara berkesinambungan guna memperhatikan manfaat untuk lingkungan.
Be-Fest
Kegiatan tambahan lain yang diselenggarakan oleh UB yaitu Be Entrepreneur Fest (Be-Fest). Universitas Bakrie yang dari awal selalu mendorong mahasiswannya untuk menjadi seorang entrepreneur ini, mencoba memeriahkan HUT Bakrie dengan melaksanakan Bazaar yang diikuti oleh para mahasiswa UB.
“Tujuan acara ini kami buat adalah untuk mewadahi teman-teman yang memiliki bisnis dan memamerkanya kepada masyarakat” ujar Gilang selaku Project Officer HUT Bakrie ke-68 UB.
Acara B-Fest yang dialaksanakan pada tanggal 19 dan 20 Februari 2010 ini cukup meriah. Seluruh mahasiswa UB berlomba-lomba menampilkan bisnisnya di stand yang telah disediakan oleh panitia. Selain itu juga terdapat life music performance di area bazaar untuk menghibur para pengunjung bazaar.
Selain menawarkan barang pada kegiatan bazaar, kegiatan bazaar ini juga dilombakan
Beberapa katagori yang dinilai oleh panitia B-Fest yaitu ; Stand terfavorit, ratio profit terbesar, stand terbaik dan stand ter-kreatif.
Mahasiswa yang menamai standnya SD lajang yang menjual makanan dan mainan anak, mendapat predikat Stand Terfavorit dan Ratio Profit Terbesar. Sedangkan untuk Stand terbaik dinobatkan kepada Stand Lampung dan stand terkreatif jatuh padah Stand Creation.
Selain itu secara tidak diduga-duga panitia pun menyiapkan satu katagori lagi untuk dinilai yaitu penjaga stand ter-ramah dan Mahasiswi UB; Ghina Rizqiani memenangkan katagori tersebut.
“Saya juga kaget mendapatkan predikat itu, mungkin yang tepat penjaga stand ter-rame kali” ujar Ghina.
“Tapi yang jelas acara B-fes itu bagus, dari situ kita bisa belajar bagaimana me-manage uang untuk membuka usaha sendiri dan juga melayani customer, saya harap tahun depan B-fest diadakan lahi”, Ghina menambahkan.
Serangkaian acar HUT Bakrie ke -68 yang dilaksanakan UB tidaklah lepas dari suatu bakti kepada masyarakat dan lingkungan dalam merajut kebersamaan untuk sesama.
“Kita harus memaknai HUT Bakrie dengan kesadaran bahwa sebagai insan Bakrie kita harus punya manfaat bagi sesama, meskipun kita berada pada posisi atas, kita tidak boleh melupakan dari mana kita berasal. Selalu bersyukur dan peduli sekitar,” Ujar Gilang Project Office HUT Bakrie ke-68. Budhi (UKMA Jurnalistik UB)